Awalnya aku cuek dengan lagu ini. Yah
paling isinya cuma gitu-gitu doang. Karena dangdut jaman sekarang
kebanyakan cuma ngandelin goyangannya
tok. Tapi karena ramai dibicarakan
apalagi ada balita yang hapal banget lagunya, aku jadi penasaran seperti apa
sih lagu oplosan itu. Setelah mencari-cari akhirnya dapat juga CD-nya, setelah
menonton aku jadi males nglihatnya.
Selain aku tidak suka sama goyangan
dangdutnya isinya juga pake bahasa
Jawa yang agak sulit ku mengerti. Tapi lagi-lagi lagu itu terngiang, untuk
menepis rasa penasaran akhirnya kuputar lagi lagu itu. Kudengarkan dengan
seksama dan WOW! Ternyata lagu ini menyampaikan pesan yang cukup apik. Karena
kemasannya yang ndangdut sehingga
banyak disukai oleh orang-orang yang diperkirakan mengkonsumsi oplosan (baca:
kalangan menengah bawah). Bisa dibilang istilah kerennya: dakwah yang tepat
sasaran!
Meskipun begitu aku masih sangsi, apakah
penikmat lagu ini juga paham dengan isinya atau hanya menikmati iramanya saja
yang mengajak pinggul untuk bergoyang? Entahlah yang jelas aku tidak sedang
memprovokasi untuk menyukai/mendengarkan lagu dangdut, hanya mengambil hikmah
dari hal-hal di sekitar!
Berikut
lagu Oplosan yang ku dengar:
opo
orak eman duite gawe tuku banyu setan
opo orak mikir yen mendem iku biso ngrusak pikiran.
ojo di teruske mendeme
mergo orak ono untunge.
yo cepet lerenono mendemmu
ben dowo umurmu.
*Courtesy of terngiang.blogspot.com
reff
oplosan.oplosan.oplosan.
sawangen kae kanca kancamu akeh do poda gelempangan
ugo akeh sing kelesetan di tumpaake ambulan.
yo wes cukup anggonmu mendem
yo wes cukup anggonmu gendeng.
do mari mario yo leren lerenno
ojo di terus terusno
reff
tutupen botolmu, tutupen oplosanmu
emanen nyawamu ojo mbok terus teruske mergane orak ono gunane.
opo orak mikir yen mendem iku biso ngrusak pikiran.
ojo di teruske mendeme
mergo orak ono untunge.
yo cepet lerenono mendemmu
ben dowo umurmu.
*Courtesy of terngiang.blogspot.com
reff
oplosan.oplosan.oplosan.
sawangen kae kanca kancamu akeh do poda gelempangan
ugo akeh sing kelesetan di tumpaake ambulan.
yo wes cukup anggonmu mendem
yo wes cukup anggonmu gendeng.
do mari mario yo leren lerenno
ojo di terus terusno
reff
tutupen botolmu, tutupen oplosanmu
emanen nyawamu ojo mbok terus teruske mergane orak ono gunane.
Terjemahan
bebas, menurutku…
Apa
tidak sayang uangnya untuk membeli air setan
Apa
tidak berpikir kalau mabuk itu bisa merusak pikiran
Jangan
diteruskan mabuknya
Karena
tidak ada untungnya
Hentikanlah
mabukmu
Biar
panjang umurmu
Reff
Op*****…op*****…op*****
Lihatlah
teman-temanmu banyak yang terkapar
Juga
banyak yang mengejang dinaikkan ke ambulan
Sudah
cukup mabukmu
Sudah
cukup nglanturmu
Lekas
sembuh, dan berhentilah
Jangan
diteruskan
Reff
Tutup
botolmu, tutup oplosanmu
Kasihan
nyawamu, jangan diteruskan karena tidak ada gunanya
Op*****…op*****…op*****
Bagaimana,
bagus kan pesannya? Tapi aku tetap khawatir, karena pengucapan kata OPLOSAN
lebih ditekankan (baca: lebih semangat) saat dinyanyikan. Alih-alih
mengingatkan untuk tidak minum oplosan (takutnya) malah mencoba-coba. ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar