Jumat, 27 Desember 2013

Tentang 'OPLOSAN'



Awalnya aku cuek dengan lagu ini. Yah paling isinya cuma gitu-gitu  doang. Karena dangdut jaman sekarang kebanyakan cuma ngandelin goyangannya tok. Tapi karena ramai dibicarakan apalagi ada balita yang hapal banget lagunya, aku jadi penasaran seperti apa sih lagu oplosan itu. Setelah mencari-cari akhirnya dapat juga CD-nya, setelah menonton aku jadi males nglihatnya. Selain aku tidak suka sama goyangan dangdutnya isinya juga pake bahasa Jawa yang agak sulit ku mengerti. Tapi lagi-lagi lagu itu terngiang, untuk menepis rasa penasaran akhirnya kuputar lagi lagu itu. Kudengarkan dengan seksama dan WOW! Ternyata lagu ini menyampaikan pesan yang cukup apik. Karena kemasannya yang ndangdut sehingga banyak disukai oleh orang-orang yang diperkirakan mengkonsumsi oplosan (baca: kalangan menengah bawah). Bisa dibilang istilah kerennya: dakwah yang tepat sasaran!
Meskipun begitu aku masih sangsi, apakah penikmat lagu ini juga paham dengan isinya atau hanya menikmati iramanya saja yang mengajak pinggul untuk bergoyang? Entahlah yang jelas aku tidak sedang memprovokasi untuk menyukai/mendengarkan lagu dangdut, hanya mengambil hikmah dari hal-hal di sekitar!
Berikut lagu Oplosan yang ku dengar:

opo orak eman duite gawe tuku banyu setan
opo orak mikir yen mendem iku biso ngrusak pikiran.
ojo di teruske mendeme
mergo orak ono untunge.
yo cepet lerenono mendemmu
ben dowo umurmu.
*Courtesy of terngiang.blogspot.com
reff
oplosan.oplosan.oplosan.
sawangen kae kanca kancamu akeh do poda gelempangan
ugo akeh sing kelesetan di tumpaake ambulan.
yo wes cukup anggonmu mendem
yo wes cukup anggonmu gendeng.
do mari mario yo leren lerenno
ojo di terus terusno

reff
tutupen botolmu, tutupen oplosanmu
emanen nyawamu ojo mbok terus teruske mergane orak ono gunane.

Terjemahan bebas, menurutku…

Apa tidak sayang uangnya untuk membeli air setan
Apa tidak berpikir kalau mabuk itu bisa merusak pikiran
Jangan diteruskan mabuknya
Karena tidak ada untungnya
Hentikanlah mabukmu
Biar panjang umurmu

Reff

Op*****…op*****…op*****
Lihatlah teman-temanmu banyak yang terkapar
Juga banyak yang mengejang dinaikkan ke ambulan
Sudah cukup mabukmu
Sudah cukup nglanturmu
Lekas sembuh, dan berhentilah
Jangan diteruskan

Reff

Tutup botolmu, tutup oplosanmu
Kasihan nyawamu, jangan diteruskan karena tidak ada gunanya
Op*****…op*****…op*****


Bagaimana, bagus kan pesannya? Tapi aku tetap khawatir, karena pengucapan kata OPLOSAN lebih ditekankan (baca: lebih semangat) saat dinyanyikan. Alih-alih mengingatkan untuk tidak minum oplosan (takutnya) malah mencoba-coba. ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar