Aku mencintaimu dengan tanpa keraguan di dalamnya...
Ini bukan yang pertama kali kau pergi
meninggalkan sekolah tanpa kabar
dulu kau begitu, lalu sekarang kau ulangi
kenapa?
adakah sekolah membuatmu bosan?
adakah kau terkekang?
katakanlah!
ada bu guru di sini
"Lilis gak masuk lagi Bu?" kata temanmu. Oh, sudah berapa kali kau tak masuk?
"Kenapa katanya?"
"Tak tahu Bu. Lilis lari lalu sembunyi."
"Orang tuanya?"
"Mereka diam saja, acuh!"
"Oh, benarkah?"
Bagaimana ini? Mau jadi apa kelak muridku ini
Pagi itu masih segar pun mentari mengajakku bernyanyi
"Ayo kita sambangi Lilis Bu!" kata Kepsek.
"Oh tentu!"
Kami berjalan menyusuri jalan setapak, blusukan kalau meminjam istilahnya pejabat
Tapi bukan blusukan untuk pencitraan apalagi sampai diliput media
tapi demi menjemput mutiara bangsa yang semoga kelak menjadi pondasi negri
"Kau mau sekolah atau tidak?"
"Mau Bu," katamu. Kulihat kau ketakutan, ada apa?
"Berangkat ya?"
Kau mengangguk. Aku senang, tiada terkira karena aku tahu sebenarnya kau pintar.
"Apa kau bosan sekolah?" kau diam, sepanjang jalan hanya diam.
"Mbantu emak mbrondol bawang Bu." Aih, kau cari uang rupanya. Tapi bukankah sekolah gratis?
Oh, mungkin buat makan sehari- hari...
tapi bukannya dapat BSM ya?
Aduh! malang sekali nasibnya jika putus sekolah lantaran membantu emaknya cari uang.
Kalau sudah begini siapa yang salah?
Ah, tak penting siapa yang salah
yang terpenting aku bisa membawamu kembali ke sekolah
karena aku mencintaimu dengan tanpa keraguan!
Hari ini kau diam, tak seperti biasanya...
Kenapa Man?
Kau hanya menunduk. Akupun perhatikan, lalu kulempar senyum termanisku untukmu
Kau masih menunduk. Aku dekati, aku puji.
"Hari ini kau rajin, ibu senang Man."
Kau masih diam, tapi lebih semangat.
Biasanya kau rame dan suka ngelawak, tapi kali ini jadi pendiam, rajin malah.
Oh rupanya kau sedang tak baikan dengan temanmu, kau sedang tak nyaman dengan mereka? Oke!
"Ayo anak-anak kita permainan dulu!"
Gerrrr....seluruh kelas ramai, kompak lalu perlahan larut dalam permainan
semua senang, semua tertawa dan kau Rokman ceria lagi seperti biasa
akupun senang, karena aku mencintaimu dengan tanpa keraguan!
Melihatmu, seperti aku melihat diriku saat SD dulu. Tomboy dan gagah. Bedanya dulu aku galak, tapi kau masih sering kalah.
Aku selalu jadi pahlawan buat teman-teman perempuanku, pun adikku. Rasa-rasanya tak ada anak yang berani padaku, hehe...
Satu hal yang aku takutkan darimu: kau akan menghilang!
Ya, katanya dulu kau pernah menghilang tak mau sekolah. Entah aku tak tahu sebabnya.
Maka aku lebih hati-hati terhadapmu, berusaha membuatmu nyaman di sekolah.
Aku tak peduli meski kau merangkul tanganku dan sesekali memeluk pinggangku
Desi, kau satu-satunya murid yang berani bergelayut manja padaku
mencari celah untuk kuperhatikan dan akupun senang
bisa menjadi sahabat bagi anak-anak
Tetaplah di sini Des, sampai saatnya kau benar-benar harus pergi
karena aku mencintaimu dengan tanpa keraguan!
Berlari dan terus berlari!
Huh, anak ini!
Kecil, gesit dan kadang usil. Aku kira kau pendiam, ternyata kau hampir sama dengan Kasidin
Rame, kadang suka njahilin anak perempuan
Oke, aku tahu bagaimana cara membuatmu diam
"Baik anak-anak, kalian boleh menggambar bebas! Nanti akan ibu nilai."
"Horeee...." anak-anak bersemangat.
Pelajaran menggambar memang mengasyikkan, tak terkecuali kau..Ferdi!
Demi mendapatkan nilai gambar terbaik kau berusaha sebaik mungkin
Konsentrasi, kelas pun khusyuk. Aku tersenyum, memandangmu penuh arti.
"Selamat Ferdi, gambarmu bagus!"
Kau pun tersipu..lalu diam
Nah gitu dong yang anteng jangan petakilan ^_^
Yes misi selesai, nah waktunya pulang berdoa dulu yuk!
jangan pergi, sebelum saatnya kalian harus benar-benar pergi
karena aku mencintai kalian dengan tanpa keraguan!
to be continue...^_^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar