Suara perempuan yang biasa lantang itu, kini berubah menjadi lamat-lamat, bahkan sesekali terdengar isakan. Aku belum berani menatapmu, hanya telinga yang ku pasang baik-baik, mendengarkan segala desah yang tercurah lantaran resah. Aku berusaha menahan kegelian yang melandaku, mencoba untuk tidak larut dalam derai tangisnya, buliran itu ku tahan. Ku pandangi wajah-wajah mungil di hadapan kami, mungkin anak-anak bertanya " apa yang sebenarnya terjadi?" pun aku tak sanggup menatap mata mereka. Setelah tangis itu mereda, barulah aku berani menatap matanya.
"kemanapun aku pergi, aku akan membawamu serta." itu kata terakhir yang terucap sebelum perempuan gagah itu berlalu. Entah apa yang harus ku katakan padanya. Aku tersenyum menguatkan, lalu ku pandangi lagi wajah-wajah lugu di hadapan kami. Aku tak tega, batinku.
"Bu, sebenarnya ada apa? kenapa bu kepsek menangis?" semua murid bertanya-tanya.
Aku hanya tersenyum, "itu karena bu kepsek sayang sama kalian."
"Bu, siapa yang akan pindah, tadi aku mendengar katanya ada yang mau pindah. Siapa Bu?"
Aku masih tersenyum lalu menggeleng. Spontan aku melontarkan pertanyaan, "Bagaimana kalau ibu tiba-tiba pergi meninggalkan kalian?" Anak-anak terlihat kaget.
"Laahhh..jangan sih Bu."
"Ibu jangan pindah."
"Pokoknya kalau ibu pindah, aku gak mau sekolah. Jadi gelandangan saja!"
"Iya, aku juga mau mbolos."
"Aku akan ikut kemana ibu mengajar!"
"Aku mau kelas lima nanti di ajar sama ibu aja."
"Jangan pergi ya bu?"
Aku tidak tega mendengar kata-kata mereka.
"Ibu tidak akan pergi, kita akan tetap menatap fajar di bawah atap yang sama, tetap akan melihat bintang di langit yang sama. Apapun yang terjadi kalian harus tetap sekolah, dengan atau tanpa diriku. Aku yakin Alloh akan mengirimkan kalian malaikat yang lebih baik. Tetap tersenyum dan jangan bosan. Maafkan aku jika harus meninggalkan kalian sebelum kuncup apalagi mekar. Meski raga tak lagi membersamai, aku tetap mencintai kalian dengan tanpa keraguan...
Dalam ruang bernama kebimbangan, 28 Februari 2014

jalan ceritanya gmna ini bu guru..?sya belum paham
BalasHapuskemarin, pas lagi ngajar tiba-tiba kepsek datang ke kelas..lalu beliau bilang kalo akan dipindahkan ke sekolah lain...beliau bilang sambil berbisik-bisik, karena sedih akhirnya menangis di depan kelas..beliau berkata kalau beliau dipindahkan ke sekolah lain ane akan dibawa kemana beliau dipindahkan dan itu artinya ane harus meninggalkan anak-anak...pas kepsek pergi anak2 bertanya siapa yang mau pindah? ane balik nanya seandainya bu eka pindah gimana? mereka pada protes agar ane tetap mengajar mereka...ane jadi bingung padahal baru 2 bulan ngajar di situ..gak tega ninggalin anak-anak..kepsek dipindah tugaskan lantaran perbedaan politik dengan pejabat yang berwenang sehingga beliau 'didepak' dari situ, trus kepsek ingin membawa ane kemanapun beliau pindah, ane belum mengerti kenapa beliau ingin membawa ane pak..begitulah ceritanya..
BalasHapus