Sebenarnya aku tidak ingin bercerita tentang pengobatan alternatif ataupun kasus yang saat ini jadi trending topik, tapi kasus ini mengingatkanku pada sebuah memori lampau yang menyeretku pada dunia mistis, hehe..gak ding lebih tepatnya kisah yang menyangkut dunia per- Jin-an. Entah atas sebab apa ada seseorang yang menganggapku memiliki ilmu ghaib layaknya paranormal, padahal aku sama sekali tak memiliki kemampuan seperti itu.
Kisahku ini bermula ketika aku masih duduk di bangku SMA. Perkenalanku dengan dunia jin bermula saat seorang teman kos ku mengaku bisa berkomunikasi dengan jin, bahkan hampir semua keluarganya pun memiliki jin penjaga. Suatu hari dia berkata kepadaku, "nanti sore adikmu akan datang ke kos." aku kaget, lalu bertanya padanya. "Dari mana kau tahu?", dia tersenyum lalu berkata "temanku" yang memberitahu."
"Maksudmu?" tanyaku heran. "Ya jin dong siapa lagi?"
"Oh, jadi kamu bisa ngomong sama jin?"
Tepat sore hari, tiba-tiba adikku datang ke kosan, adikku mondok di daerah Bulakamba jadi tidak begitu jauh dari kosku. Ternyata apa yang disampaikan temanku benar. Suatu ketika aku mengajaknya bicara, dunia jin membuatku tertarik untuk menelusurinya. "Bagaimana kau bisa berkomunikasi dengan jin?" kataku.
"Apa kau ingin sepertiku? aku bisa mengajarimu."
"Benarkah?"
Aku merasa senang lantaran mau diajari bagaimana berkomunikasi dengan jin. "Jika memang benar-benar ingin berkomunikasi dengan jin, harus siap-siap ada tata caranya," katanya lagi. Aku hanya mengiyakan tanpa tahu apa persyaratannya.
Dan, Subhanalloh Alloh menjagaku dari perbuatan musyrik, malam saat mau mengadakan ritual itu ternyata dia disuruh pulang ke rumah, sehingga kami batal melakukan ritual, dan atas ijin Alloh siang harinya aku mengikuti kajian tentang Jin meski pun aku tersesat dalam jamaah laki-laki. Dari situlah aku tahu kalau tipu daya jin kafir/ iblis itu sangat halus, mulanya mereka akan membuat kita rajin beribadah kepada Alloh, menyuruh melakukan hal yang baik, sampai kita bergantung pada mereka, dan saat itulah mereka akan berbalik dan menyuruh kita untuk ingkar. Setelah itu aku baru sadar bahwa meminta pertolongan atau bersahabat dengan jin adalah kesalahan besar, mereka hanya akan membuat kita semakin sesat.
Pengakuan dia bisa berkomunikasi dengan jin sebenarnya tidak ada masalah, hanya saja suatu aku dan teman kos yang lain sedang memasak mie untuk makan malam, tiba-tiba dia tersenyum sendirian di dapur. Lalu seorang temanku yang penakut bertanya padanya, "Ko kamu senyum sendiri sih?"
"Aku sedang melihat jin di pojok sana," tentu saja jawaban itu membuat temanku yang penakut itu ketakutan, dan yang paling menyebalkan adalah saat kami sedang asyik makan, tiba-tiba dia ngomongin jin lagi. "Semalam, aku bisa melihat jin di sekitar sini, yang paling sering adalah di dekat akuarium jin itu suka bermain di situ." sontak adik-adik kos berteriak ketakutan. Karena tidak tahan dengan ocehannya aku pun pamit ke kamar. Ini tidak bisa dibiarkan, batinku.Semenjak dia bercerita tentang jin-jin itu anak-nak kos jadi takut untuk sholat tahajud. Karena didorong rasa penasaran akhirnya malam itu aku tak tidur di kamar, tapi tidur di tempat yang dia bilang ada jinnya..Aku menunggu sampai larut malam namun tak ada hal yang aneh, bahkan lampu ku matikan tetap saja tak ada apa-apa hingga akhirnya aku benar-benar tertidur. Aku mengambil kesimpulan bahwa dia telah berdusta. Beberapa hari pasca cerita jin itu kondisi kos aman terkendali, hingga akhirnya terjadi lagi suatu hal yang menggemparkan, uang bendahara kos hilang! padahal kami sudah mengumpukan untuk keperluan mendadak. Lalu dengan santainya dia menghampiri kami dan berkata, "tenang aja uangnya ada di temenku ko,"
"maksudmu kamu menitipkannya pada jin?" kataku sewot, kenapa dia tidak minta ijin dulu pada kami padahalkan uangnya ada di kamarku. Untuk membuktikan kebenarannya lalu aku menantangnya, " kalo begitu kembalikan uang kami, saat ini kami membutuhkannya."
mendengar permintaanku dia tampak bingung, "waduh, aku tidak bisa mengembalikannya sekarang, aku harus pulang dulu katanya." dari jawabannya aku semakin yakin kalau dia berdusta.
Hingga pada suatu malam, saat aku sedang berdoa (kebiasaan kalo berdoa menghadap ke atas) tiba-tiba mataku menangkap sesuatu dari ventilasi kamarku, setelah aku ambil ternyata itu uang bendahara kos yang hilang, namun wujudnya sudah berbeda. Aha, aku punya ide untuk mengelabuinya! batinku.
Keesokan paginya giliran dia yang gempar, uang yang dia taruh di ventilasi hilang, katanya.
"Ko, uangnya ilang padahal jinku menaruhnya di ventilasi kamarmu Ka." aku pura-pura tidak tahu.
dengan santai aku jawab, "apa jinmu tidak bisa mencari tahu di mana keberadaan uang itu sekarang?" temanku itu hanya diam saja, sementara bendahara kosnya bingung. Lalu aku tarik bendahara ke kamar.
"Kamu gak usah khawatir uangnya ada padaku, semalam aku menemukannya di ventilasi. Aku hanya menguji kebenaran tentang jin itu."
Hari itu, aku sengaja pulang cepat lalu mengendap ke kamar temanku yang punya jin itu, aku sengaja menyelipkan uang ke tempat tidurnya, kalau jinnya memang hebat seharusnya dia bisa tahu di mana aku menyembunyikan uang itu.
Selang beberapa hari belum ada kabar tentang uang itu, artinya dia dan teman jinnya tak bisa menemukan keberadaan uang itu. Hingga akhirnya aku mengusulkan untuk menjemur kasur di hari minggu, dan bisa dibayangkan apa yang terjadi. Dia berteriak kegirangan lantaran berhasil menemukan uang kami, "hei teman-teman lihat! ternyata jinku menaruh uangnya di bawah kasurku," katanya. Aku hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala. " Ko uangnya berubah, dipake dulu sama jinnya ya?" komentarku. Dia cuma diam. Sekarang terbuktikan, kalau dia bohong! padahal kalau memang dia butuh kami akan meminjamkannya ko.
Cerita tentang temanku itu tak berhenti sampai di sini, dia semakin 'gila'. Suatu ketika aku bertanya padanya, "ko belakangan ini aku gak pernah liat kamu makan?"
"Aku sedang mengamalkan suatu ilmu Ka, aku bisa kuat tidak makan beberapa hari hanya dengan mencium bumi dengan mantra." Aku semakin tak mengerti dengan apa yang dilakukannya, hingga suatu ketika aku menemukan sebuah buku yang isinya tentang ilmu-ilmu pengasihan, rupanya dia sedang mengamalkan beberapa 'ilmu' yang terdapat di buku itu. Dia juga berubah total, aku jarang melihat dia sholat malam ataupun tilawah, hingga akhirnya dia memutuskan untuk pindah kos.
Sekian lama terpisah dengannya, tiba-tiba ada seorang guru yang berkata padaku, "temanmu itu aneh Ka, dia sering sekali membawa laki-laki yang berbeda ke kos." aku terkejut mendengar penuturan bu Sri yang juga ibu kos temenku itu. Mungkinkah dia mengamalkan ajian pengasihan? Astaghfirulloh, apa yang terjadi dengannya? Belakangan dia juga jarang sekolah. Karena terpisah jarak, aku jarang komunikasi dengannya, dia seperti antipati terhadapku, aku tak merasakan ada kehangatan seperti dulu. Aku hanya bisa berdoa untuknya, hingga suatu ketika aku bermimpi dia memakai jilbab, cantik sekali. Mudah-mudahan ini pertanda kalau dia sudah menjadi lebih baik. Sejak kelulusan hingga saat ini aku tak pernah mendengar kabar tentangnya pun teman-teman yang lain tak ada yang tahu keberadannya.
Semoga Alloh melindunginya di manapun berada, bagaimanapun dia pernah mejadi sahabat terbaikku. Sejak saat itulah aku lebih berhati-hati dengan sesuatu yang berkenaan dengan jin! Meminta bantuan pada jin hanya akan semakin menambah dosa, minta tolonglah pada yang menciptakan jin dan manusia, Alloh!.
Bersambung...



