Hari ujian semester telah tiba, hatiku dag dig dug..Bagaimana tidak hampir semua modul belum aku baca secara tuntas, hanya sekilas-sekilas saja. Latihan soalpun belum sempat aku garap semua. Duh Robbi, apakah pantas hamba ini meminta?
Bergegas, aku ganti baju dengan pakaian yang sehari-hari aku pakai, bergaya kasual dengan blus jeans dan kaos hitam berlengan panjang. Tadinya aku mau pake sepatu tapi urung, malahan pakainya sandal sekelas sandal jepit, hehehe...
Sampai di tempat ujian dengan selamat itu sesuatu, setelah melalui beberapa insiden yang akan aku ceritakan nanti. Begitu aku melepas jaket 'KOMPAS KAMPUS' ku yang terbaru, seorang teman kaget melihatku lantaran aku memakai jeans dan kaos, lalu dia melihat ke arah kakiku yang memakai sandal jepit, dia tambah histeris, sedangkan aku cuma mlongo aja, hehe...Rupanya peraturan ujian di kampus tidak boleh mengenakan jeans, kaos, dan sandal jepit.
Jegggerrrr!
Kaya ada suara petir di siang bolong, aku langsung lari melihat persyaratan mengikuti ujian, dan benar saja dengan pakaian seperti itu aku tidak bisa mengikuti ujian, sanksi akademikmya langsung dapet nilai E!
Waduh, aku mencoba mencari solusi, dan Alhamdulillah Alloh menolongku lewat temen yang bannya bocor tadi, segera dia meminjamkan aku baju, dan sepatu milik saudaranya yang kebetulan rumahnya tidak jauh dari tempat ujianku.. Segala puji hanya bagi Alloh, yang selalu mengiringi kesulitan dengan kemudahan. Dalam hati aku hanya bergumam, "Duh, cerobohnya aku ini! Masa ujian pake sandal jepit?Hehehe..." Hari pertama ujian udah bikin geger ^_^..
Oke, aku tuliskan tentang 'Insiden Sebuah Doa' itu...
Insiden Sebuah Doa
Berdoalah kepadaku, niscaya akan
Aku perkenankan bagimu (QS Al Mu’min: 60).
Satu hal yang harus diyakini oleh seorang muslim adalah akan terkabulnya
sebuah doa yang mereka panjatkan kepada Alloh. Ada doa yang langsung diijabah,
ada doa yang tertunda, dan ada doa yang dikabulkan namun dengan cara ‘unik’
yang mungkin membuat kita tergelitik lalu tersenyum sendiri, hingga mungkin nyeletuk,
“Ah, rupanya Tuhan sedang bercanda denganku.”
Pagi itu aku hendak menghadapi ujian semester perkuliahan, tak
tanggung-tanggung 4 mata kuliah sekaligus. Berhubung manajemen waktu yang masih
kacau sehingga belum semua modul terbaca, hanya beberapa mata kuliah saja
itupun belum tuntas. Mendadak aku ingin bolos saja, namun aku tak ingin menjadi
pengecut. Sekali genderang perang ditabuh, pantang surut ke belakang dan tak
ada waktu lagi untuk berbelok mengatur siasat. Ah, semoga saja ini bukan
tindakan bunuh diri.
Ya ‘Aziiz bantu hamba saat ujian nanti.
Jam menunjukkan pukul 05.00 aku bergegas ganti baju, saat mengenakan
jilbab dan bercermin tiba-tiba aku berdoa, mungkin lebih tepatnya bergumam, “Ya
Alloh aku sengaja berangkat pagi-pagi agar ada waktu sebentar buat belajar lagi
sebelum ujian, dan Ya Alloh aku ingin sedekah pagi ini dan berharap Engkau akan
memudahkan ujianku lantaran sedekahku itu.” Aku hanya tersenyum mantap lalu
keluar dari rumah untuk menunggu jemputan teman sekampus.
Perjalanan menuju tempat ujian di Brebes berlangsung mulus, hingga
akhirnya motor yang aku tumpangi bersama temanku terpeleset di daerah Kluwut
yang jalannya sedang diperbaiki. Motor kami terpeleset di kubangan air dan
menimbulkan bunyi seperti sesuatu yang meletus, Pletttttaakkkk! Aku masih
bersyukur karena tidak sampai terguling. Kami hanya tertawa sebentar lalu
melanjutkan perjalanan. Setelah berjalan beberapa meter, ternyata ban motornya
bocor terpaksa kami tuntun. Karena masih pagi bengkel tambal ban masih tutup
kalau pun ada montirnya tidak mau dibangunkan karena baru saja tidur.
Keringat dingin mulai mengucur, ada sedikit gelisah karena 15 menit lagi
ujian dimulai sementara kami belum masuk daerah Brebes. Setelah berjalan dan
mencari akhirnya kami menemukan tukang tambal ban, Alhamdulillah. Saat
memasuki bengkel itulah aku tersenyum, bukan tersenyum karena bannya mau
ditambal tapi tersenyum karena ada sesuatu yang menggelitik. Apakah tuhan
sedang benar-benar bercanda denganku?
Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara
yang lembut. (QS Al-
A’raf: 55).
Aku teringat pada doa yang kulantunkan tadi pagi, apakah aku sudah
berdoa dengan baik? Merendahkan diri di hadapan-Nya dan dengan suara yang
lembut lagi khusyuk? Ah, rupanya Alloh
punya cara ‘unik’ dalam mengabulkan doaku sebagaimana ‘caraku’ berdoa pada-Nya.
Melalui ban motor yang bocor itu aku jadi berhenti di bengkel selama
beberapa menit, dan saat itulah aku menggunakan waktu menunggu ban itu dengan
belajar. Bukankah itu berarti Alloh mengabulkan doaku agar memberikan waktu
sebentar sebelum ujian? Aku tersenyum sendiri.
Lalu saat hendak membayar ban yang diganti sempat terjadi tawar menawar
antara tukang bengkel dengan temanku pemilik motor itu, dengan serta merta aku
membayar biaya ganti ban tersebut. Setelah itu lagi-lagi aku tersenyum.
Bukankah Alloh juga mengabulkan doaku agar aku memiliki kesempatan bersedekah
pagi ini? Duhai Alloh betapa uniknya skenario-Mu?
Selepas dari bengkel itu aku ceritakan kisah tersembunyi itu pada
temanku, dia hanya tertawa. Lalu aku memintanya mengamini doaku sepanjang
perjalanan mencari bengkel tadi, anggap saja waktu itu aku sedang teraniaya
sehingga berdoa agar Alloh agar memberi kami nilai ujian yang baik. Semoga kali
ini Alloh juga benar-benar mengabulkannya, entah dengan cara yang unik lagi atau
bagaimanapun karena aku tahu Alloh Maha Tahu apa yang terbaik untuk
hamba-hamba-Nya.
Hal yang aku pelajari dari insiden doa ini selain kita harus berdoa
dengan cara yang baik adalah bagaimana kita terus berpikir positif terhadap
Alloh. Selalu yakin dengan ketentuan-Nya, tak ada doa yang sia-sia. Sungguh tak
ada. Seringkali Alloh ingin memberikan nikmat kepada kita melalui ujian dan efek
samping dari hal itu selain kita diberikan nikmat juga dosa-dosa kita akan dikurangi
seiring dengan kesabaran dan keikhlasan kita dalam menghadapinya. Insya Alloh.
Maka jangan pernah bosan untuk berdoa pada-Nya karena selain sebagai inti
ibadah doa juga merupakan kekuatan seorang mu’min. Tak kalah pentingnya adalah
untuk mengiringi doa kita dengan amal kebaikan sehingga Alloh merasa malu jika
tidak mengabulkan doa-doa kita.(*)
Insiden sebuah doa dapat dibaca juga di dakwatuna http://www.dakwatuna.com/2015/03/02/64987/insiden-sebuah-doa/#axzz3TEZLXRn8
Insiden sebuah doa dapat dibaca juga di dakwatuna http://www.dakwatuna.com/2015/03/02/64987/insiden-sebuah-doa/#axzz3TEZLXRn8

Tidak ada komentar:
Posting Komentar